Followers

Monday, 24 December 2012

KAMAR NaBi ITU LEBIH MULIA DARI ARSY?

KAMAR NaBi ITU LEBIH MULIA DARI ARSY?

Agama Islam adalah agama yang telah sempurna, tanpa cacat sedikitpun. Islam melarang kita untuk menyembah benda-benda mati seperti : keris, dupa, kemenyan, lukisan, cambuk, berhala, dan lain-lain. Semisal berkata, “Wahai keris sakti! Engkau tuhanku! Sembuhkan sakit encokku.” Atau berkata, “Hai pulpen syekh saimin yang ampuh! Berikan rizki berupa nomor togel”. Perbuatan semacam ini termasuk syirik.

Adapun menghargai benda-benda, tempat bersejarah, Islam sama sekali tidak melarangnya sama sekali selama tidak disembah

Lebih-lebih bila hal-hal tersebut merupakan simbol dari syi’ar-syiar agama Islam

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ

Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. Al Hajj : 32

Ibnul Qoyyim menceritakan dalam kitabnya Bada’iul Fawa’id :

قال ابنُ عقيل سألني سائل :
أيَّما أفضَلُ حجرةُ النبيِّ أمْ الكعبةُ ؟ فَقلتُ : إنْ أرَدتَ مجردَ الحُجرةِ فالكعبةُ أفضلُ ، وإنْ أردتَ وَهوَ صلى الله عليه وسلم فيها فَلا واللهِ ولا العرشُ وحملتُهُ ولا جَنّةُ عدنٍ ولا الأفلاكُ الدائرةُ لأنَّ بالحجرةِ جسداً لو وُزِنَ بالكَونينِ لَرَجَحَ
بدائع الفوائد لابن القيم ج3 / 655

Berkata Ibnu Aqil rahimahullah : seseorang bertanya kepadaku, mana yang lebih mulia antara kamar Nabi dengan Ka’bah?

Aku jawab, “bila yang kau maksud adalah bangunan kamarnya saja, maka lebih mulia ka’bah. Tapi bila yang kau maksud adalah kamar yang di dalamnya terdapat jasad beliau, maka tidak.

Demi Allah, tidak pula arsy dan malaikat yang memikulnya, tidak juga surga, bintang-gemintang yang beredar. Karena di dalam kamar tersebut terdapat jasad yang apabila dibandingkan dengan dunia dan seisinya, niscaya jasad itulah yang lebih mulia”

Bada’iul Fawa’id, karya Ibnul Qoyyim, juz 3 hal 655
=======

Semoga kita senantiasa istiqomah dalam manhaj salaf, berpegang teguh pada sunnah nabawiyah, serta selalu tegas dalam memberantas bid’ah dholalah wahabiyah syaithoniyah

No comments:

Post a Comment